Posts

Showing posts with the label Sejarah

Asal mula ungkapan “pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”

Image
Abraham Lincoln berpidato di Gettysburg, 19 November 1863 “Delapan puluh tujuh tahun lalu para bapak pendahulu kita membentuk sebuah bangsa baru di benua ini, bangsa yang dibentuk dalam kebebasan, dan didedikasikan bagi gagasan bahwa semua orang diciptakan setara. Sekarang kita terjun dalam sebuah perang saudara besar, menguji apakah bangsa itu, atau bangsa mana pun yang dilahirkan atau didedikasikan seperti itu, bisa bertahan lama. Kita bertemu dalam sebuah pertempuran besar dalam perang besar itu. Kita sudah memutuskan untuk mendedikasikan satu bagian medan itu sebagai tempat peristirahatan terakhir mereka yang memberikan hidup mereka agar bangsa ini bisa hidup. Sudah sepantasnya kita melakukan itu. Tetapi secara umum kita tidak bisa mendedikasikan, kita tidak bisa mensucikan, kita tidak bisa mengeramatkan tanah ini. Orang-orang pemberani, yang hidup dan yang gugur, yang berjuang di sini, sudah mensucikannya, jauh di atas kekuatan terbatas kita untuk menambahi atau mengura...

Akhir hidup Archimedes

Image
Archimedes adalah salah seorang dengan pikiran terbesar yang pernah dikenal umat manusia. Sampai hari ini kita masih terpesona oleh naskah-naskah matematisnya. Dia sudah merenungkan yang tak berhingga, dan dia nyaris menemukan kalkulus infinitesimal dua puluh abad sebelum Newton. Dia memang luar biasa genius. Archimedes adalah orang Yunani dari Sisilia. Ketika Sisilia diserbu dan diduduki oleh tentara Romawi, dia ambil bagian dalam gerakan perlawanan, menciptakan mesin-mesin perang baru – tetapi bangsa Romawi akhirnya unggul. Pada permulaan pendudukan Romawi, Archimedes melanjutkan aktivitasnya. Dia mempunyai kebiasaan membuat gambar-gambar geometris di pasir. Suatu hari, ketika dia sedang duduk berpikir di tepi laut, merenungkan gambar-gambar rumit yang dibuatnya di pantai, seorang prajurit Romawi, semacam kurir, datang dan mengatakan kepadanya bahwa Jenderal Romawi Marcellus ingin bertemu dengannya. Orang-orang Romawi sangat penasaran dengan para ilmuwan Yunani, mirip d...

Kemerosotan VOC

Image
Batavia VOC Pada tahun 1733 sebuah penyakit mematikan tak dikenal mewabah di Batavia, markas besar Kompeni Hindia Belanda (VOC) di Asia. Angka kematian personelnya melonjak tajam dan menyebabkan kekurangan pelaut, tentara dan tukang. Makin banyak orang yang harus dikirim dari Belanda ke Batavia untuk menggantikan kehilangan besar itu. Akhirnya, kekurangan semakin menjadi-jadi hingga pos-pos militer tidak bisa diisi lagi, kapal yang hendak pulang tidak bisa diawaki, dan muatan berharga tertahan di Batavia. Ketidaksehatan kota itu, yang sangat berbahaya bagi pertumbuhan dan kemakmuran koloni dan menghancurkan kepentingan dan keuangan Kompeni, tidak kunjung berlalu dan menelan lebih dari 85.000 jiwa personel VOC. “ Tidak sehatnya Batavia ” sesudah 1733 tetap diselimuti kabut selama berabad-abad: penyebabnya tidak pernah ditentukan, cakupannya tidak pernah dipastikan, dan konsekuensi-konsekuensinya tidak pernah diselidiki. [ … ] VOC adalah sebuah perusahaan dagang Belan...

Ritual diplomatik Batavia

Image
Batavia (c. 1780) Setiap kali peran historis ibu kota Indonesia dalam perjuangan merebut kemerdekaan disinggung, sepertinya julukan yang paling tepat untuk dilekatkan kepadanya adalah kota diplomasi. Selama empat tahun yang merentang antara Proklamasi Kemerdekaan pada Agustus 1945 dan penyerahan kedaulatan pada tahun 1949, Jakarta menjadi pusat kegiatan pengumpulan data intelijen. Bersamaan dengan itu ibu kota berfungsi sebagai sebuah laboratorium di mana para juru runding pemerintah kolonial Belanda dan Republik Indonesia yang masih muda bisa menguji strategi-strategi politik mereka. Di bagian Jawa yang lain pertempuran berlanjut. Di kubu Republiken terdapat perbedaan pendapat antara mereka yang meyakini bahwa kemerdekaan harus dicapai lewat diplomasi, dengan demikian menghindari korban nyawa berlebihan dan penderitaan, dan mereka yang percaya bahwa merdeka hanya bisa direbut melalui perjuangan bersenjata. Argumen-argumen serupa juga bisa ditemukan di kubu Belanda. St...