Di Istana Setan Angka
Robert (12) membenci guru matematikanya yang membuatnya kesal dengan soal cerita dungu dan tidak mengizinkannya menggunakan kalkulator. Lalu, dalam mimpinya, dia bertemu setan angka yang menunjukkan padanya apa sesungguhnya matematika itu; nol dan satu, rangkaian tak terhingga dan bilangan irasional, bilangan prima dan probabilitas. *** Sebelas malam berlalu dengan berbagai petualangan kesal-gembira bersama Setan Angka dalam mimpi. *** Robert berhenti bermimpi. Tidak ada lagi ikan raksasa yang hendak menelannya, tidak ada lagi semut merah yang merayapi kakinya. Dia tidak meluncur lagi, tidak membeku lagi, tidak lagi terperangkap dalam gudang bawah tanah. Tentu itu bagus dan menyenangkan, walaupun jadi agak membosankan. Apa yang sedang dilakukan Setan Angka? Mungkin dia memperoleh gagasan bagus dan tidak dapat membuktikannya. Atau, dia terjerat di penampang polipnya (atau apalah yang dia bicarakan terakhir kali itu). Mungkin saja dia sudah melupakan Robert. R...