Posts

Batavia dan Malaria

Image
Peta Batavia 1840 Didirikan pada tahun 1619 oleh Jan Pieterszoon Coen sebagai markas besar VOC di Asia, Batavia dengan cepat berkembang menjadi pusat perdagangan internasional. Kota yang terletak di pantai utara Jawa di muara Sungai Ciliwung itu menyerupai sebuah kota Belanda di daerah tropis. Pusat kota itu (kini disebut Kota, bagian tertua Jakarta masa kini) dikelilingi tembok dan gerbang, di sana dibangun kanal dan rumah-rumah Belanda, gereja dan kedai minum, sebuah balai kota, jembatan tarik, gudang dan kincir angin. Tepi laut didominasi oleh sebuah bangunan besar, Benteng, yang menjadi pusat pemerintahan. Dari situ, seluruh koloni Belanda di Asia dikendalikan selama hampir dua ratus tahun. Batavia adalah pusat segala aktivitas VOC di Asia; hampir semua kapal dari Belanda berlabuh di Batavia dan sebagian besar komoditas Oriental dikapalkan ke tanah air (Belanda) dari sana. Batavia adalah pelabuhan kedatangan semua pegawai baru VOC di Asia; dari sana mereka disebar ke...

Kemerosotan VOC

Image
Batavia VOC Pada tahun 1733 sebuah penyakit mematikan tak dikenal mewabah di Batavia, markas besar Kompeni Hindia Belanda (VOC) di Asia. Angka kematian personelnya melonjak tajam dan menyebabkan kekurangan pelaut, tentara dan tukang. Makin banyak orang yang harus dikirim dari Belanda ke Batavia untuk menggantikan kehilangan besar itu. Akhirnya, kekurangan semakin menjadi-jadi hingga pos-pos militer tidak bisa diisi lagi, kapal yang hendak pulang tidak bisa diawaki, dan muatan berharga tertahan di Batavia. Ketidaksehatan kota itu, yang sangat berbahaya bagi pertumbuhan dan kemakmuran koloni dan menghancurkan kepentingan dan keuangan Kompeni, tidak kunjung berlalu dan menelan lebih dari 85.000 jiwa personel VOC. “ Tidak sehatnya Batavia ” sesudah 1733 tetap diselimuti kabut selama berabad-abad: penyebabnya tidak pernah ditentukan, cakupannya tidak pernah dipastikan, dan konsekuensi-konsekuensinya tidak pernah diselidiki. [ … ] VOC adalah sebuah perusahaan dagang Belan...

Ritual diplomatik Batavia

Image
Batavia (c. 1780) Setiap kali peran historis ibu kota Indonesia dalam perjuangan merebut kemerdekaan disinggung, sepertinya julukan yang paling tepat untuk dilekatkan kepadanya adalah kota diplomasi. Selama empat tahun yang merentang antara Proklamasi Kemerdekaan pada Agustus 1945 dan penyerahan kedaulatan pada tahun 1949, Jakarta menjadi pusat kegiatan pengumpulan data intelijen. Bersamaan dengan itu ibu kota berfungsi sebagai sebuah laboratorium di mana para juru runding pemerintah kolonial Belanda dan Republik Indonesia yang masih muda bisa menguji strategi-strategi politik mereka. Di bagian Jawa yang lain pertempuran berlanjut. Di kubu Republiken terdapat perbedaan pendapat antara mereka yang meyakini bahwa kemerdekaan harus dicapai lewat diplomasi, dengan demikian menghindari korban nyawa berlebihan dan penderitaan, dan mereka yang percaya bahwa merdeka hanya bisa direbut melalui perjuangan bersenjata. Argumen-argumen serupa juga bisa ditemukan di kubu Belanda. St...