Sulitnya menerjemahkan Weber
Max Weber Seratus lima puluh tahun silam A. F. Tytler mengemukakan tiga Prinsip Penerjemahan : Memberikan transkrip lengkap ide-ide orisinal; meniru gaya pengarang aslinya; mempertahankan kemudahan teks aslinya. Dalam menyajikan tulisan terpilih Max Weber bagi khalayak pembaca berbahasa Inggris, kami berharap sudah memenuhi tuntutan pertama, yakni kesetiaan pada makna orisinalnya. Tuntutan kedua dan ketiga sering bisa diperdebatkan dalam terjemahan dari bahasa Jerman ke bahasa Inggris, dan, dalam kasus Max Weber, kedua tuntutan itu betul-betul bisa diperdebatkan. Kejeniusan bahasa Jerman membolehkan suatu tradisi stilistika ganda. Salah satu tradisi sesuai dengan arah bahasa Inggris menuju kalimat-kalimat singkat dan jelas secara gramatikal. Kalimat-kalimat demikian memuat rangkaian pemikiran yang transparan di mana hal yang utama didahulukan. Friedrich Nietzsche, Georg Christoph Lichtenberg, dan Franz Kafka termasu...